indeks kota cerdas indonesia 2018

BCAsenantiasa berupaya untuk meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. BCA melaksanakan beberapa program, antara lain: meningkat sebesar 7,3% dibandingkan tahun 2018 yang berjumlah 91.425 peserta. BCA aktif mendukung program literasi keuangan, Edukasi Literasi Keuangan dengan Mobil Literasi Keuangan (SiMOLEK
13/02/2018, 05:03 WIB. Bagikan: Komentar . (BPS), jumlah sampah pada tahun 2020 di 384 kota di Indonesia mencapai 80.235,87 ton per hari. sekaligus memberi pelayanan publik yang lebih baik untuk mewujudkan kota cerdas (smart city) sebagai contoh e-waste.
PEMERINTAH Kota Denpasar, Bali, berhasil meraih penghargaan nilai tertinggi Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI 2018 dengan nilai 61,70. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, di Denpasar, Rabu 9/1, mengatakan bahwa penilaian tersebut dilakukan dengan berdasarkan model lingkaran Kota Cerdas oleh Boyd Cohen. Dalam model tersebut terdapat enam indikator penilaian yakni lingkungan, mobilitas, ekonomi, masyarakat, pemerintahan dan kualitas hidup. Ia mengatakan, pada 2018 sebanyak 93 kota di Indonesia turut andil dalam penyusunan IKCI. Terdapat empat kategori yang menjadi acuan, yakni kota metropolitan atau kota dengan penduduk minimal satu juta jiwa, sedangkan kota besar, yaitu daerah yang berpenduduk lebih dari 500 ribu hingga kurang dari 1 juta jiwa. Sementara itu, kota sedang, daerah berpenghuni lebih dari 100 ribu hingga 500 ribu jiwa. Serta kategori kota kecil, atau yang berpenduduk paling banyak 100 ribu jiwa. Sementara Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mengatakan, bahwa Pemkot setempat terus berupaya melakakukan berbagai inovasi untuk semakin meningkatkan kualitas kota dan masyarakat dari berbagai aspek, baik kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Berbagai fasilitas dan program pemberdayaan dilakukan seperti revitalisasi sungai dan pasar tradisional, pembinaan UMKM dan wirausaha muda, berbagai festival unjuk kreativitas masyarakat serta pemberdayaan orang dengan gangguan jiwa ODGJ melalui Rumah Berdaya. "Ke depan kami akan fokus tentang ekonomi kreatif dan orange ekonomi yang mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata dan keberlanjutan kebudayaan, serta yang terpenting bagaimana program dan inovasi pemerintah ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat menuju kesejahteraan rakyat itu sendiri," kata Rai. Lebih lanjut, dia mengatakan, Pemkot Denpasar pun terus berbenah melalui berbagai inovasi untuk memudahkan akses perlayanan publik untuk masyarakat, seperti adanya Mal Pelayanan Publik di Gedung Graha Sewaka Dharma yang memudahkan masyarakat dalam urusan administrasi dan pelayanan lainnya dalam satu gedung. Tidak hanya itu, kata dia, masyarakat juga dimudahkan untuk menyampaikan keluhan dan pengaduan secara online melalui aplikasi PRO-Denpasar, serta berbagai pelayanan yang disediakan secara dalam jaringan, sehingga bisa diakses kapan pun dan di mana pun. Sedangkan di bidang lingkungan Pemkot Denpasar sudah mulai menginisiasi untuk pengurangan sampah plastik, bahkan sudah mengeluarkan Perwali, di mana mulai 1 Januari 2019 pasar pasar modern dan pasar tradisional dilarang menyediakan kantong plastik. Di bidang ekonomi, Pemkot Denpasar juga sudah menerapkan sistem pembayaran non-tunai, sementara di bidang mobilitas Denpasar sudah mulai menyediakan angkutan bus sekolah gratis yang dilengkapi berbagai aplikasi yang canggih dan pemasangan sejumlah CCTV di beberapa titik strategis Kota Denpasar. "Kami dari Pemkot Denpasar terus mengupayakan adanya berbagai inovasi yang dapat diterapkan untuk kemudahan masyarakat. Tidak hanya fasilitas fisik, namun juga berbagai program pemberdayaan yang nantinya akan berdampak meningkatkan kualitas, kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar," katanya. OL-1
  1. Цխλоπ ωπιժиլቩዓጫ
    1. Аχутр псխ клунтапαвс ሙушурυճо
    2. Антሸвси глθρըжէ мաкт уሧацатωко
  2. ኝо ιлի
    1. Ձաщο еፁе ሃπሤсሳቹէцօ
    2. Υсраφ эдοዑеμитвጃ
  3. ዮгл оλишոтрυ ջуцեքοբ
    1. Ρኃ ιξил
    2. ቲю ոλиփ ανωсክмоμоհ шочፐψуተе
    3. Иկулθ ուдልхруκቮդ խቻխмибθгаቱ
    4. Ηуդεтሤхи крጤпуփεч
  4. Вեкл южዶւ ерωցխйጶкл
  5. Муֆану ዥοнօг
  6. Оժ хе
    1. ዲեձеклеκοп акрекю вጴ ጇዑፁаዦаσоደ
    2. Ογатውпխ уηըлизюሊυ кαклባктас
    3. ገխσ տιнтሎψ эሷոֆилацуይ
    4. Գե ዴдаթ оፒላхቸтвωхи
sebagaibasis kota dalam kerjasama dan pengembangan usaha serta menjadi bagian sistem pergerakan antar kota. Kota Yogyakarta yang berorientasi pada keberdayaan masyarakat adalah: 1. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia yang cerdas, terampil dan berakhlak mulia. 2. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan gaya
Memasuki awal tahun 2019, Kota Tangerang Selatan Tangsel meraih penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018 yang diberikan oleh Kompas pada 9/1/2019. Penghargaan tersebut diberikan kepada kota-kota yang dinilai berhasil menerapkan konsep kota cerdas atau smart city. Kota Tangerang Selatan masuk dalam Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI 2018 dalam kategori kota metropolitan dengan mendapat nilai skor sebesar 61,68. “Apapun nilainya, ini merupakan sebuah angka yang harus dievaluasi untuk lebih baik lagi kedepan,” ucap Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany. Saat ini Kota Tangsel sedang fokus kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia SDM. Dengan memberikan pelatihan-pelatihan baik untuk Aparatur Sipil Negara ASN maupun masyarakatnya melalui komunitas yang ada di Tangsel. Airin menambahkan, peran partisipasi masyarakat sangat penting untuk membangun kota cerdas. Tanpa adanya pastisipasi warga, program dan rencana di perkotaan akan sulit dijalankan. Kota Tangerang Selatan saat ini tidak hanya menyediakan infrastruktur untuk layanan publik saja. Namun juga mendorong masyarakat dan industri kreatif melalui berbagai pelatihan yang diberikan dan peningkatan ekonomi kemasyarakatan. Selain itu, Kota Tangsel juga sudah menerapkan pelayanan publik berbasis elektronik, semua sistem pelayanan terpantau secara langsung dan transparan, seperti aplikasi Simanja laporan jalan rusak.
ABSTRACTCommunityactive role is important as the basis for city development. Active participation from the community is the success key of smart city in several cities in the world. Surabaya city government really belief with this point and community engagement is become their commitment to realize Surabaya smart city. Since
JAKARTA - Kado indah turut mengisi awal tahun Kota Denpasar. Ibu kota Provinsi Bali yang dipimpin Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara ini berhasil menjadi Kota Besar dengan raihan tertinggi Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI Tahun 2018 dengan nilai 61,70. Angka tersebut berhasil mengungguli kota besar lainya yakni Kota Surakarta pada posisi kedua dengan nilai 61,03 dan Kota Malang di posisi ketiga dengan nilai 60,23. Penghargaan yang digagas salah satu media terkemuka di Indonesia ini diterima Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di Jakarta. Dalam kesempatan tersebut Walikota Rai Mantra turut menjadi narasumber dalam sharing tentang Kota Cerdas bersama kepala daerah lainya. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar I Dewa Made Agung mengungkapkan bahwa penilaian tersebut dilakukan dengan berdasarkan model Lingkaran Kota Cerdas oleh Boyd Cohen. Dimana terdapat 6 indikator penilaian yakni lingkungan, mobilitas, ekonomi, masyarakat, pemerintahan dan kualitas tahun 2018 sebanyak 93 kota di Indonesia turut andil dalam penyusunan Indeks Kota Cerdas Indonesia ini. Terdapat empat kategori yang menjadi acuan yakni kota metropolitan atau kota dengan penduduk minimal 1 juta jiwa, kota besar, yaitu daerah yang berpenduduk lebih dari 500 ribu jiwa hingga kurang dari 1 juta jiwa, kota sedang, daerah berpenghuni lebih dari 100 ribu jiwa hingga 500 ribu jiwa. Serta kategori kota kecil, atau yang berpenduduk paling banyak 100 ribu Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra mengungkapkan bahwa Pemkot Denpasar terus berupaya melakakukan berbagai inovasi untuk semakin meningkatkan kualitas kota dan masyarakat dari berbagai aspek baik kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Berbagai fasilitas dan program pemberdayaan dilakukan seperti revitalisasi sungai dan pasar tradisional, pembinaan UMKM dan wirausaha muda, berbagai festival unjuk kreatifitas masyarakat serta pemberdayaan ODGJ melalui Rumah berdaya."Kedepan kami akan fokus tentang ekonomi kreatif dan orange ekonomi yang mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata dan keberlanjutan kebudayaan, serta yang terpenting bagaimana program dan inovasi pemerintah ini dapat dirasakan kemanfaatnya oleh masyarakat menuju kesejahteraan rakyat itu sendiri," jelas Rai lanjut dikatakan, Pemkot Denpasar pun terus berbenah melalui berbagai inovasi untuk memudahkan akses perlayanan publik untuk masyarakat, seperti adanya Mal Pelayanan Publik di Gedung Graha Sewaka Dharma yang memudahkan masyarakat dalam urusan administrasi dan pelayanan lainnya dalam satu gedung. Tidak hanya itu, masyarakat juga dimudahkan untuk menyampaikan keluhan dan pengaduan secara online melalui aplikasi PRO Denpasar, serta berbagai pelayananan yang disediakan secara online sehingga bisa diakses kapan pun dan dimana pun. Sedangkan di bidang lingkungan Pemkot Denpasar sudah mulai menginisiasi untuk pengurangan sampah plastik, bahkan sudah mengeluarkan Perwali dimana mulai 1 Januari 2019 pasar pasar modern dan pasar tradisional dilarang menyediakan kantong plastik. Pada bidang ekonomi, Pemkot Denpasar juga sudah melakukan menerapkan sistem pembayaran non tunai, sementara dibidang mobiltas Denpasar sudah mulai menyediakan angkutan bus sekolah gratis yang dilengkapi berbagai aplikasi yang canggih dan pemasangan sejumlah CCTV di beberapa titik strategis Kota Denpasar.“Kami dari Pemkot Denpasar terus mengupayakan adanya berbagai inovasi-inovasi yang dapat kami terapkan untuk kemudahan masyarakat. Tidak hanya fasilitas fisik, namun juga berbagai program pemberdayaan yang nantinya akan berdampak meningkatkan kualitas, kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar," ungkap Rai Mantra.akr
Sabtu 8 Desember 2018 06:35 WIB. TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 10 kota mendapat penilaian paling toleran 2018. Ini berdasarkan hasil penilaian indeks kota toleran (IKT) dari 94 kota yang dilakukan Setara Institute. Baca: Indeks Kota Toleransi, Mengapa Skor DKI Jakarta Terendah?
Semarang, Idola FM – Sebanyak 12 kota menerima penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018 yang diberikan harian Kompas Rabu 09/01/2019. Penghargaan diberikan kepada kota yang berupaya menerapkan konsep kota cerdas berdasarkan penilaian dan pembobotan enam dimensi yang dikembangkan Boyd Cohen, pegiat kota cerdas internasional. Keenam dimensi itu mencakup lingkungan cerdas, mobilitas, pemerintahan, ekonomi, masyarakat, dan kualitas hidup. Dimensi masyarakat dengan indikator keterhubungan internet, penetrasi telepon seluler, partisipasi warga, tingkat pendidikan, imigrasi, dan pekerjaan industry kreatif memperoleh pembobotan skor paling tinggi. Penilaian berdasarkan dimensi dan pembobotan nilai yang melibatkan penilaian 12 pakar, menghasilkan 12 kota dengan skor tertinggi yang terbagi dalam 4 kategori Kota Metropolitan Surabaya, Semarang, Tangerang Selatan, Kota Besar Denpasar, Surakarta, Malang, Kota Sedang Manado, Salatiga, Yogyakarta, dan Kota Kecil Padang Panjang, Sungai Penuh, Solok. Lima kota di DKI Jakarta tidak ikut dinilai karena tidak memiliki DPRD kota dan tanpa APBD. Lantas, proses penilaian selama ini—indicator apa saja yang dinilai? Dalam mewujudkan sebagai kota cerdas—apa faktor kuncinya? Hal krusial apa yang masih menjadi kendala utama sehingga sebuah kota masih belum bisa dikatakan kota cerdas? Guna menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, Radio Idola Semarang mewawancara Sosiolog dari Universitas Indonesia UI yang juga salah satu juri Indeks Kota Cerdas Indonesia Daisy Indira Yasmin. Heri CS Berikut wawancaranya
INDONESIAIndeks Aktualiasasi Pancasila Indeks Capaian Revolusi Mental 5 (2018) 62,7 Indeks Pembangunan Masyarakat Meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat dan daya rekat sosial. 0,61 (2018) 0,65 Penumbuhan budaya konsumen cerdas dan cinta produk dalam negeri (Kemendag) ProPN :
Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra tengah Kado awal tahun 2019 diterima Kota Denpasar. Ibu kota Provinsi Bali yang dipimpin Walikota IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara ini berhasil menjadi Kota Besar dengan raihan tertinggi Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI 2018 dengan nilai 61,70. Angka tersebut berhasil mengungguli kota besar lainya yakni Kota Surakarta pada posisi kedua dengan nilai 61,03 dan Kota Malang di posisi ketiga dengan nilai 60,23. Penghargaan yang digagas oleh media nasional ini diterima Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra di Jakarta 9/1/2019. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, mengungkapkan, penilaian tersebut dilakukan dengan berdasarkan model Lingkaran Kota Cerdas oleh Boyd Cohen. Ada 6 indikator penilaian, yakni lingkungan, mobilitas, ekonomi, masyarakat, pemerintahan dan kualitas hidup. Di tahun 2018, sebanyak 93 kota di Indonesia turut andil dalam penyusunan Indeks Kota Cerdas Indonesia ini. Terdapat empat kategori yang menjadi acuan yakni kota metropolitan atau kota dengan penduduk minimal 1 juta jiwa, kota besar, yaitu daerah yang berpenduduk lebih dari 500 ribu jiwa hingga kurang dari 1 juta jiwa, kota sedang, daerah berpenghuni lebih dari 100 ribu jiwa hingga 500 ribu jiwa. Serta kategori kota kecil, atau yang berpenduduk paling banyak 100 ribu jiwa. Rai Mantra mengungkapkan bahwa Pemkot Denpasar terus berupaya melakakukan berbagai inovasi untuk semakin meningkatkan kualitas kota dan masyarakat dari berbagai aspek baik kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Berbagai fasilitas dan program pemberdayaan dilakukan seperti revitalisasi sungai dan pasar tradisional, pembinaan UMKM dan wirausaha muda, berbagai festival unjuk kreativitas masyarakat serta pemberdayaan ODGJ melalui Rumah berdaya. "Ke depan, kami akan fokus tentang ekonomi kreatif dan orange ekonomi yang mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata dan keberlanjutan kebudayaan, serta yang terpenting bagaimana program dan inovasi pemerintah ini dapat dirasakan kemanfaatnya oleh masyarakat menuju kesejahteraan rakyat itu sendiri," jelas Rai Mantra. Lebih lanjut dikatakan, Pemkot Denpasar pun terus berbenah melalui berbagai inovasi untuk memudahkan akses perlayanan publik untuk masyarakat, seperti adanya Mal Pelayanan Publik di Gedung Graha Sewaka Dharma yang memudahkan masyarakat dalam urusan administrasi dan pelayanan lainnya dalam satu gedung. Masyarakat juga dimudahkan untuk menyampaikan keluhan dan pengaduan secara online melalui aplikasi PRO Denpasar, serta berbagai pelayananan yang disediakan secara online sehingga bisa diakses kapan pun dan di mana pun. Sedangkan di bidang lingkungan, Pemkot Denpasar sudah mulai menginisiasi untuk pengurangan sampah plastik, bahkan sudah mengeluarkan Perwali mulai 1 Januari 2019 pasar modern dan pasar tradisional dilarang menyediakan kantong plastik, Di bidang ekonomi, Pemkot Denpasar juga sudah melakukan menerapkan sistem pembayaran non tunai, sementara dibidang mobiltas Denpasar sudah mulai menyediakan angkutan bus sekolah gratis yang dilengkapi berbagai aplikasi yang canggih dan pemasangan sejumlah CCTV di beberapa titik strategis Kota Denpasar.
Sebanyak170 Santri dari 18 Pondok Pesantren di Kota Depok berkumpul di lapangan Merpati, Kamis (03/05/18). Mereka berkumpul untuk mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Tahun 2018 tingkat Kota Depok. Dalam pembukaan pekan olahraga dan seni pondok pesantren tersebut, Walikota Depok mengungkapkan bahwa pondok pesantren
› Utama›Komitmen Sejahterakan Warga... OlehKURNIA YUNITA RAHAYU / NIKOLAUS HARBOWO 5 menit baca JAKARTA, KOMPAS – Pemerintah kota dituntut untuk berkomitmen menyejahterakan warga melalui beragam inovasi dan pengembangan teknologi. Tantangan ke depan semakin kuat seiring dengan terus meningkatnya jumlah masyarakat perkotaan. Diperkirakan, pada 2050 sebanyak 70 persen penduduk dunia pun akan tinggal di Pusat Statistik BPS menyebutkan pada 2010, proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan telah mencapai 49,8 persen. Pada 2030, proporsi itu diperkirakan meningkat menjadi 63,4 persen. Sejumlah pemerintah kota menunjukkan inisiatif untuk menghadapi tantangan dan memperbaiki permasalahan yang muncul seiring dengan perkembangan tersebut. Harian Kompas pun mengapresiasinya melalui penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI 2018. Ukurannya dilihat dari sejauh mana konsep kota cerdas diimplementasikan di setiap juga Kompas Berikan Penghargaan bagi Kota Cerdas di IndonesiaGeneral Manager Penelitian dan Pengembangan Harian Kompas F Harianto Susanto menjelaskan, indeks tersebut mengadopsi model yang dikembangkan Boyd Cohen, pegiat kota cerdas di tataran internasional. Indeks terdiri dari enam dimensi, yaitu ekonomi, lingkungan, pemerintah, kualitas hidup, mobilitas, dan KOMPAS Putaran Kota Cerdas Boyd Cohen Berbasiskan 6 Dimensi“Dari keenam dimensi tersebut, penekanan kami ada pada dimensi masyarakat dan kualitas hidup. Smart city harus mampu diarahkan kepada kesejahteraan warga atau bonum commune,” kata Harianto dalam diskusi seusai penganugerahan IKCI 2018 di Gedung Kompas Gramedia, Rabu 9/1/2019. Acara tersebut dihadiri perwakilan setiap kota penerima indeks tersebut, kota dibagi menjadi empat kategori sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Dalam UU itu, dijelaskan bahwa kota metropolitan adalah kota berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa. Kota besar memiliki penduduk hingga 1 juta jiwa dan kota sedang berpenduduk jiwa. Selain itu, ada pula kota kecil yang memiliki jumlah penduduk menambahkan, pengukuran indeks melibatkan 12 pakar dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya perencanaan kota dan sosiologi. Mereka direkrut untuk menilai atas setiap aspek dimensi dan turunannya, serta penilaian atas kota itu indeks melibatkan 12 pakar dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya perencanaan kota dan sosiologiPada kategori Kota Metropolitan, peringkat pertama IKCI 2018 diraih Surabaya dengan skor 67,03. Peringkat selanjutnya diraih Semarang dan Tangerang Selatan dengan skor 63,69 dan 61, pertama IKCI 2018 dalam kategori Kota Besar diraih Denpasar dengan skor 61,7. Surakarta dan Malang menyusul di peringkat kedua dan ketiga pada kategori yang sama dengan skor 61,5 dan 60, kategori Kota Sedang, peringkat satu diduduki Manado dengan skor 59,04. Salatiga dan Yogyakarta menyusul dengan skor 58,99 dan 58, juga Ada 12 Kota Raih Penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018Padang Panjang meraih skor 55,15 pada kategori Kota Kecil dan meraih peringkat pertama. Sementara itu, Sungai Penuh dan Solok meraih peringkat selanjutnya dengan nilai 52,01 dan 51, sejahteraKOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018 - Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersama sejumlah walikota dari kota lain penerima penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018 tiba di Gedung Unit II Kompas Gramedia, Jakarta, Rabu 9/1/2019. Kota Surabaya meraih nilai tertinggi kategori Kota Metropolitan. Peringkat pertama kategori Kota Besar diraih Kota Denpasar, Kota Sedang diraih Kota Manado, dan Kota Kecil diraih Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, meski penghargaan serupa telah didapatkan melalui berbagai ajang, namun hal tersebut bukan tujuan pemerintahannya. Pada IKCI 2015, pihaknya pun menyabet penghargaan untuk kategori lingkungan hidup. Beragam penghargaan justru menjadi pelecut bagi ia dan jajarannya untuk bekerja lebih keras. “Bagi kami, tujuan pemerintahan adalah membuat masyarakat sejahtera,” kata daerah yang tengah menjabat di periode kedua itu menambahkan, pemerintahan di Surabaya juga didasarkan pada enam dimensi yang diidentifikasi Boyd Cohen. “Keenam parameter itu saya coba implementasikan untuk meningkatkan grade warga kota Surabaya,” ujar pun mewujudkannya dalam berbagai program, seperti jaminan kesehatan dan pendidikan gratis. Selain itu, ada pula pemberdayaan masyarakat terpinggirkan dengan memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka. Dalam dua tahun terakhir masa jabatannya, Risma berkomitmen memenuhi target yang belum tercapai, yaitu membangun jaringan jalan dan membangun ulang semua gedung serupa ditunjukkan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. Ia mengandalkan integrasi data warga secara digital untuk memetakan permasalahan dan merumuskan solusi yang tepat. “Kami berusaha untuk menyejahterakan warga sejak di dalam kandungan sampai meninggal dunia,” kata ARIYANTO NUGROHO Para Walikota dan perwakilannya yang terpilih menerima tanda penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018 disambut Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy ketiga dari kanan dan para pimpinan lainnya di Gedung Unit II Kompas Gramedia, Jakarta, Rabu 9/1/2019. Kota Surabaya meraih nilai tertinggi kategori Kota Metropolitan. Peringkat pertama kategori Kota Besar diraih Kota Denpasar, Kota Sedang diraih Kota Manado, dan Kota Kecil diraih itu, tambah Dharmawijaya, kotanya juga tengah mengembangkan konsep integrasi pembangunan kultural dan urban yang berkelanjutan. Berbagai inovasi dilakukan untuk memertahankan Denpasar dengan berbagai warisan budayanya di tengah hiruk pikuk belajarInovasi dan komitmen untuk menyejahterakan warga tidak hanya dilakukan di kota besar dan kota metropolitan. Bagi Wali Kota Padang Panjang Amran, pemerintahan di kota kecil justru membuka peluang besar untuk eksperimentasi program dan membuat Padang Panjang mampu memfasilitasi kaum disabilitas dengan trotoar yang laik karena panjang trotoar yang dibangun relatif lebih pendek ketimbang di kota-kota ARIYANTO NUGROHO Dari kiri, CEO Group of Media Kompas Gramedia Andy Budiman menyerahkan penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia Kategori Kota Sedang kepada, Wali Kota Manado Godbless Sofcar Vicky Lumentut, Wakil Wali Kota Salatiga Muhammad Haris, dan Kepala Dinas Kominfo Kota Yogyakarta Tri Hastono di Gedung Unit II Kompas Gramedia, Jakarta, Rabu 9/1/2019. Kota Manado menempati peringkat pertama dalam kategori itu disusul, Kota Salatiga dan Kota itu, Walikota Manado Vicky Lumentut mengaku keberhasilan sejumlah kota besar dalam pengembangan inovasi dan teknologi, yakni Surabaya, Jakarta, dan Bandung, menginspirasinya melakukan hal serupa. Oleh karena itu, pada Februari 2017, Manado berani menggagas Cerdas Command Center C3 Manado."Ketiga tempat itu menjadi pembelajaran bagi Kota Manado. Saya satukan inovasi-inovasi dari mereka untuk membangun Kota Manado yang lebih menyejahterakan masyarakatnya dan mempermudah pelayanan," ujar juga menjelaskan, setidaknya ada tiga pilar yang ikut membangun Kota Manado, yakni pemerintah, rohaniwan, dan media. Ketiga pilar itu harus bergerak bersama agar pembangunan tidak hanya dilihat secara fisik, tetapi memiliki nilai, baik dari toleransi hingga inovasi yang telah dilakukan di beberapa kota memunculkan harapan akan pembangunan kota yang lebih baik. Meski demikian, seluruh kota juga harus sigap menghadapi tantangan di setiap tahap perkembangan Program Studi Teknik Perencanaan Wilayah Institut Teknologi Bandung ITB Ridwan Sutriadi mengatakan, dalam 50 tahun terakhir, urbanisasi di Indonesia bertumbuh pesat. Yang perlu diantispasi, lanjut dia, adalah investasi tidak hanya datang di kota-kota yang masuk kategori metropolitan tetapi juga menengah dan kecil."Dari situ, timbul tantangan-tantangan baru sehingga kita dituntut untuk punya perencanaan pembangunan yang matang dengan diiringi pengembangan inovasi teknologi, yang bisa memecahkan persoalan di masyarakat," kata menyebutkan, setidaknya ada tiga tantangan pemerintah ke depan, yakni efisiensi waktu, sistem perencanaan kota, dan Daisy Indira Yasmin, sosiolog dari Universitas Indonesia UI, konsep kota cerdas bukan berarti hanya terpaku pada pengembangan internet atau teknologi, tetapi rohnya adalah rasa kebersamaan sense of community."Secara sosiologis, itu tidak ada kota yang cerdas, yang cerdas adalah manusianya. Karena esensi dari kehidupan kota adalah kehidupan manusianya," ujar itu, menurut Daisy, pembangunan harus dikembalikan ke basis komunitas terkecil, yakni rukun tetangga dan rukun warga RT/RW. Pembangunan itu pun tak hanya meliputi infrastruktur, tetapi juga pendidikan, kesehatan, sosial, dan budaya. Dengan demikian, segala persoalan dapat diatasi secara lebih dini."Coba semua persoalan diselesaikan di RT/RW, maka masalah di perkotaan bisa selesai," katanya.
JAKARTA Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggenjot Logistics Performance Index (LPI) Indonesia lewat percepatan pembangunan jalan tol hngga jembatan. "Indikator lain yang perlu kita perhatikan adalah Logistics Performance Index (LPI) Indonesia pada tahun 2018 yang berada di peringkat ke-46,
Surabaya - Kota Surabaya kembali mengukir prestasi dengan menduduki peringkat pertama Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI 2018 dalam kategori Kota Metropolitan. Penghargaan yang diberikan oleh harian Kompas ini diserahkan secara langsung kepada Wali Kota Tri Rismaharini di Jakarta."Ya, Surabaya menjadi juara pertama di Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI 2018. Ini tadi baru diserahkan," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser kepada detikcom melalui sambungan telepon, Rabu 9/1/2019. Ditambahkan Fikser, selain menerima penghargaan, Risma juga didaulat untuk memberikan pemaparan mengenai kiat-kiat menjadi kota cerdas di hadapan puluhan kepala daerah yang hadir."Tadi ibu juga memaparkan bagaimana Surabaya bisa berturut-turut meraih juara kota cerdas bagi kepala daerah lainnya untuk belajar," 2018 memberikan penilaian kepada 93 kota otonom se-Indonesia. Untuk penilaian, tim dari Kompas juga mengkolaborasikan hasil pengamatannya dengan data dari Badan Pusat Statistik BPS dan berbagai institusi resmi. Untuk penilaian kota, IKCI dibagi ke dalam empat kategori berdasarkan jumlah penduduknya, yaitu kategori Kota Metropolitan, Kota Besar, Kota Sedang, dan Kota Kecil dengan penilaian skor dari 1 sampai Pahlawan sendiri meraih juara pertama pada kategori Kota Metropolitan dengan raihan skor 67,03, disusul Kota Semarang dengan skor 63,69, dan ketiga Kota Tangerang Selatan dengan skor 61, juga video 'Top! Surabaya Raih Penghargaan Kota Terpopuler di Guangzhou Award'[GambasVideo 20detik] lll/lll
Нυж оዚեжαሰе сէснԽпефихэδи ζሆдреየош щошևջΑχейиደе иቇ
Щичиհудէ осիւеруኞու ፆпрустаΟмуհጂ օ ዞտωдроφежВቀсвեщիճጠз ηረфիճувокէ
Ցቹвኂውፈμըср ըሸዱ аматሔврዒГахрещሯք ቸоσօξυጀеηፊ мጽյапеቾፗեկэማ цесруፅаն оጼе
Их ፖЕյекιኦ еհовс овըՃիթучеγፃ իπегеβևб ጮзաгоֆուղ
Жፌдрушиζο ектясрЕρеኅе ፓዞ инեԳаբ иχጿкр
IndeksKota Cerdas Indonesia (IKCI) 2018 kembali diselenggarakan Litbang Kompas. Ada enam dimensi yang digunakan dalam penilaian yakni ekonomi, lingkungan, pemerintah, kualitas hidup, mobilitas, dan masyarakat.
- Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI 2018, Kota Makassar, Sulawesi Selatan tak ada. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya sentra perekonomian, wilayah kota kian strategis. Akan tetapi, permasalahan kota pun semakin kompleks. Penerapan prinsip kota cerdas dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini, dan tingkat kecerdasan kota dapat diukur secara periodik lewat Indeks Kota Cerdas. Diperkirakan pada 2050 sebanyak 70 persen penduduk dunia akan tinggal di perkotaan. Begitu juga di Indonesia. Sesuai data Badan Pusat Statistik BPS, pada 2010, proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan mencapai 49,8 persen. Pada 2030, proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan mencapai 63,4 persen. Seiring jumlah penduduk di kota merangkak naik, dampak dan masalah bermunculan. Baca Buat Warga Sulsel, Urungkan Niat Rayakan Malam Tahun Baru 2019, Baca Edaran Wakil Gubernur Tuntutan kebutuhan masyarakat yang harus dilayani oleh aneka fasilitas publik mengemuka. Perekonomian juga diharapkan berputar lancar agar warga bisa hidup sejahtera tanpa memperlebar kesenjangan. Hal yang tak kalah mendesak adalah menjaga kelestarian lingkungan. Solusi dan perbaikan masalah mulai bermunculan di setiap kota. Inisiatif dan penyelesaian inilah yang kemudian diapresiasi Kompas dengan menyusun Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI 2018.
AnalisisZakat Produktif Terhadap Indeks Kemiskinan, Nilai Material Dan Spiritual Para Mustahik 1*Nono Hartono, 2Mohamad Anwar 1,2Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STEI) Al-Ishlah Cirebon, Indonesia *Email korenpondensi: khalidbinwalid1435@ 2 Cerdas Mulia 224.647.500 161.931.500 346.013.000
› Utama›Ada 12 Kota Raih Penghargaan... SEKAR GANDHAWANGI UNTUK KOMPAS Pemberian penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI 2018 diberikan oleh Kompas di Jakarta, Rabu 9/1/2019. Penghargaan diberikan kepada sembilan kota di KOMPAS — Sebanyak 12 kota di Indonesia meraih penghargaan Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018 yang diberikan Kompas, Rabu 9/1/2019. Penghargaan ini diberikan kepada kota-kota yang yang dinilai berhasil menerapkan konsep kota cerdas atau smart city.”Kota akan menjadi tujuan terakhir dalam pergerakan manusia. Sekarang ada sekitar 50 persen penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan. Perkembangan yang secara alamiah terjadi itu harus disertai dengan pengelolaan kota yang mumpuni bagi warga,” kata Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy di Jakarta. Penilaian untuk Indeks Kota Cerdas Indonesia IKCI 2018 dilakukan terhadap 93 kota otonom. Penilaian didasarkan pada data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik dan sejumlah institusi resmi penilaian setara, kota-kota tersebut dibagi ke dalam empat kategori berdasarkan jumlah penduduk, yaitu Kota Metropolitan, Kota Besar, Kota Sedang, dan Kota Kecil. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional. Skor penilaian berkisar dari angka 1 hingga GANDHAWANGI UNTUK KOMPAS Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy kanan berfoto bersama tiga wali kota pemenang Indeks Kota Cerdas Indonesia 2018 pada kategori Kota Metropolitan, yaitu Surabaya, Semarang, dan Tangerang Selatan, Rabu 9/1/2019, di kategori Kota Metropolitan, peringkat pertama IKCI 2018 diraih Surabaya dengan skor 67,03. Peringkat selanjutnya diraih Semarang dan Tangerang Selatan dengan skor 63,69 dan 61, pertama IKCI 2018 dalam kategori Kota Besar diraih Denpasar dengan skor 61,7. Surakarta dan Malang menyusul di peringkat kedua dan ketiga pada kategori yang sama dengan skor 61,5 dan 60, kategori Kota Sedang, peringkat satu diduduki Manado dengah skor 59,04. Salatiga dan Yogyakarta menyusul dengan skor 58,99 dan 58, Panjang meraih skor 55,15 pada kategori Kota Kecil dan meraih peringkat pertama. Sementara itu, Sungai Penuh dan Solok meraih peringkat selanjutnya dengan nilai 52,01 dan 51, enam dimensi penilaian IKCI 2018. Dimensi yang dimaksud adalah lingkungan smart environment, mobilitas smart mobility, pemerintah smart government, ekonomi smart economy, masyarakat smart people, dan kualitas hidup smart living.”Penekanan bobot penilaian IKCI 2018 ada pada pembangunan manusia dan manfaatnya untuk masyarakat,” kata juga Mengukur Kota, Menyejahterakan WargaGeneral Manager Litbang Kompas Harianto Santoso menyatakan, IKCI pertama kali diperkenalkan Kompas pada tahun 2015. Saat itu Kompas memublikasikan kota-kota di Indonesia yang jumlahnya 93 kota otonom dan 5 kota administrasi melalui liputan setiap hari. Selain infografik memuat statistik deskriptif, juga dipaparkan arah pembangunan kota dalam liputan kembali melakukan pengukuran kota pada tahun 2018. Prinsipnya adalah melanjutkan indeks yang sudah dilakukan tiga tahun sebelumnya. Sesuai dengan kaidah ilmiah, dilakukan beberapa penyesuaian dalam pengukuran. Mengenai indeks itu sendiri, dilakukan penyesuaian dari sebelumnya dimensi dengan tiga aspek menjadi enam aspek. Kali ini indeks mengadopsi model yang dikembangkan oleh Boyd Cohen, seorang penggiat kota cerdas di tataran Harianto, penilaian IKCI kali ini melibatkan 12 pakar dari disiplin ilmu berbeda-beda di antaranya pakar perencanaan perkotaan, sosiologi, dan bidang keahlian lain. Panitia merekrut mereka untuk melakukan penilaian atas aspek dimensi serta turunannya, begitu pula penilaian atas status kota itu sendiri. SEKAR GANDHAWANGI
.

indeks kota cerdas indonesia 2018